• Subscribe ()
  • Welcome To My Blog

    A blog by Blog Trik dan Tips

    Enter The Blog
    selamat datang di blog saya
    English French German Spain Italian Dutch

    Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
    Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

    Minggu, 24 Februari 2013

    indonesia hebat


    Prestasi Indonesia di London Paralympic 2012

    Sejak 29 Agustus 2012, empat atlet difabel Indonesia berpartisipasi dalam kompetisi London Paralympic 2012. Setelah bersaing ketat selama 12 hari, 4.200 atlet difabel dari seluruh penjuru dunia mengakhiri paralimpiade terbesar sepanjang masa itu dengan pesta penutupan yang sangat meriah. Penampilan Coldplay, Rihanna, dan Jay-Z semakin memeriahkan ajang eksistensi olahragawan yang berkebutuhan khusus ini. Sebagai negara peserta London Paralympic 2012, Indonesia membawa pulang satu dari 200 kelopak timah yang membentuk kauldran paralimpiade. Tidak hanya itu, Indonesia juga berhasil mencatatkan sejarah baru melalui atlet-atlet difabel terbaiknya.

    1. Agus Ngaimin

    Hasil yang tidak menggembirakan diperoleh atlet renang difabel asal Cilacap, Agus Ngaimin. Prestasi gemilang yang diraihnya ketika menyabet lima medali emas Solo ASEAN Paragames 2011 tidak bisa diulangi di ajang paralimpiade kali ini. Turun di Kelas S6 Renang 100m gaya punggung, Agus Ngaimin di babak penyisihan bersaing dengan 6 perenang difabel lainnya. Sayangnya, Agus Ngaimin gagal melakukan start. Agus Ngaimin hanya bisa menyaksikan Tao Zheng (Cina) yang meraih medali emas, Hongguang Jia (Cina) yang meraih medali perak, dan Sebastian Iwanow (Jerman) yang meraih medali perunggu.
    Agus Ngaimin Atlet Difabel Indonesia di Paralimpiade London 2012
    Agus Ngaimin

    2. Ni Nengah Widiasih

    Ni Nengah Widiasih sangat termotivasi untuk meraih medali di Paralimpiade London 2012 berkat dua medali yang berhasil diraih atlet angkat berat Indonesia di Olimpiade London 2012. Turun di kelas -40 kg Group A, Ni Nengah Widiasih sebenarnya tampil cukup mengesankan dengan angkatan seberat 78 kilogram. Dengan angkatan itu, Ni Nengah Widiasih menempati posisi kelima dan belum bisa meraih medali. Pada kelas ini, medali emas diraih Nazmiye Muslu dari Turki (106 kg), medali perak diraih Zhe Cui dari Cina (97 kg), dan medali perunggu diraih Zoe Newson dari Britania Raya (88 kg). Kegagalan Ni Nengah Widiasih sebenarnya di luar perkiraan karena atlet difabel asal Bali ini sebenarnya memiliki rekor angkatan seberat 87 kg pada ajang Solo ASEAN Paragames 2011 lalu.
    Ni Nengah Widiasih Atlet Difabel Indonesia di Paralimpiade London 2012
    Ni Nengah Widiasih

    3. Setiyo Budi Hartanto

    Hasil cukup menggembirakan diraih atlet atletik difabel Indonesia, Setiyo Budi Hartanto. Pemuda asal Temanggung ini turun di dua kelas sekaligus, yaitu lompat jauh Kelas F46 dan lompat jangkit Kelas F46. Setiyo Budi Hartanto berhasil menembus final di dua kelas tersebut, namun gagal mempersembahkan medali untuk Indonesia. Tanggal 1 September 2012, Setiyo Budi Hartanto turun di final lompat jangkit Kelas F46. Setiyo Budi Hartanto yang juga seorang pegawai negeri sipil di Kemenpora ini berhasil melompat sejauh 13,41 meter. Dengan lompatan itu, Setiyo Budi Hartanto berhasil memecahkan rekor pribadinya 12.64 meter yang dicatatkan pada Guangzhou ASIAN Paragames 2010.
    Setiyo Budi Hartanto Atlet Difabel Indonesia di Paralimpiade London 2012
    Setiyo Budi Hartanto
    Pada 3 September 2012, Setiyo Budi Hartanto berhasil mencatatkan rekornya sendiri dengan lompatan sejauh 6.44 meter. Namun rekor pribadinya tersebut belum bisa mengantarkannya untuk meraih medali dan hanya bisa memperoleh posisi kelima. Namun setidaknya, Setiyo Budi Hartanto pantas berbangga karena lebih unggul dibanding atlet Malaysia, Bahtiar Eryanto, yang menduduki posisi ketujuh dengan lompatan sejauh 6.35 meter. Dalam dua kelas yang diikuti Setiyo Budi Hartanto, atlet difabel asal Cina, Fuliang Liu, berhasil menyabet dua medali emas dengan raihan new world record 7.15 meter (lompat jauh) dan 15.20 meter (lompat jangkit).

    4. David Jacobs

    Berbekal peringkat ketiga dunia yang dimilikinya, David Jacobs langsung melaju ke perempat final tenis meja Kelas 10, tanpa harus melalui babak penyisihan. Semangat David Jacobs semakin tinggi karena selama di London ditemani istri, anak, dan orangtuanya. Di kelas dengan tingkat kecacatan paling rendah itu, David Jacobs langsung bertemu dengan Xiaolei Lu dari Cina pada tanggal 1 September 2012. David Jacobs berhasil mengatasi Xiaolei dengan skor 3-1 (12:10, 8:11, 12:10, 11:3). Pada hari yang sama, David Jacobs melawan semifinalis yang juga berasal dari Cina, Ge Yang. Sayangnya, David Jacobs harus menyerah dari Ge Yang dengan skor 3-1 (13:11, 12:10, 5:11, 13;11) setelah melalui kejar-kejaran poin yang cukup sengit.
    David Jacobs Atlet Difabel Indonesia di Paralimpiade London 2012
    David Jacobs dengan medali perunggu London Paralympic 2012
    Tanggal 2 September 2012, David Jacobs masih memiliki harapan untuk mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia. Dalam perebutan medali perunggu itu, David Jacobs bertemu dengan Jose Manuel Ruiz Reyes, petenis meja asal Spanyol yang pernah mengalahkannya 3-2 di Sheffield Ope 2011. David Jacobs mencoba mengevaluasi kekalahannya tersebut dan mencari strategi terbaik. Hanya dengan waktu 25 menit, David Jacobs berhasil mengalahkan Jose Manuel Ruiz Reyes dengan skor 3-1 (11:9, 7:11, 11:5, 11:6). Berkat kemenangan itu, Sang Saka Merah-Putih bisa berkibar di ExCel London. Selain menjadi satu-satunya medali yang diraih kontingen Indonesia, medali perunggu ini juga menjadi medali paralimpiade pertama sejak tahun 1996.
    Kemenpora sebenarnya tidak memberikan target apa-apa bagi empat atlet difabel tersebut. Bisa mengirimkan empat atlet difabel saja sudah merupakan prestasi tersendiri karena sebelumnya Indonesia hanya mengirimkan satu atlet difabel pada paralimpiade sebelumnya. Menurut saya, medali perunggu yang diraih David Jacobs menjadi motivasi bagi pemerintah untuk memberikan dukungan penuh bagi atlet-atlet difabel Indonesia. 22 atlet olimpiade Indonesia meraih satu medali perak dan medali perunggu Olimpiade 2012, sedangkan 4 atlet paralimpiade Indonesia meraih satu medali perunggu Paralimpiade 2012. Jadi, atlet difabel tidak kalah dibanding atlet normal, kan?

    http://giewahyudi.com/prestasi-indonesia-di-london-paralympic-2012/

    renang



    Indonesia Peringkat Kedua Kejuaraan Renang Asia Tenggara

    Atlet renang Indonesia asal Bali, I Gede Siman Sudartawa.
    Atlet renang Indonesia asal Bali, I Gede Siman Sudartawa. (sumber: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
    Hanya terpaut satu medali emas dengan Thailand

    Tim Nasional Indonesia berada pada peringkat kedua Kejuaraan Asia Tenggara Kelompok Umur di Stadion Akuatik Jakabaring, Palembang, 1--3 Juni 2012, setelah mengumpulkan 31 emas, 31 perak, dan 20 perunggu.

    Indonesia hanya terpaut satu medali emas dari Thailand sebagai peringkat pertama dengan 32 emas, 34 perak, dan 33 perunggu.

    Sementara itu, peringkat ketiga diraih Singapura dengan 16 emas, 16 perak, dan 26 perunggu.

    Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Elvira Nasution, Minggu, mengatakan bahwa posisi kedua itu telah melampaui target organisasinya.

    "Pengurus Besar (PB) PRSI bersyukur karena pada kejuaraan kelompok umur tahun ini berhasil menduduki peringkat kedua setelah pada ajang sebelumnya hanya posisi keempat. Ini melebihi harapan karena Ketua Umum Hilmi Panigoro hanya menargetkan posisi ketiga," katanya.

    Keberhasilan itu berkat perbaikan pembinaan usia muda oleh PB PRSI pada beberapa tahun terakhir sehingga sejumlah perenang mengalami kemajuan lebih cepat.

    "Banyak perenang-perenang muda yang menorehkan prestasi baik pada kejuaraan ini, malahan ada yang mencetak rekor, khusus kelompok umur. Meski belum tembus rekor nasional, ini memberikan harapan akan prestasi Indonesia pada masa mendatang," ujarnya.

    Kejuaraan internasional ini merupakan batu loncatan para perenang muda Indonesia untuk berkiprah pada level yang lebih tinggi, seperti SEA Games dan Kejuaraan Asia.

    "Memang kejuaraan ini sekadar memberikan pengalaman bertanding tingkat internasional kepada atlet sehingga PB PRSI tidak menjadikannya sebagai ajang seleksi atlet nasional.

    Meski demikian, kami yakin perenang-perenang andal tercipta pada ajang ini," kata mantan atlet nasional ini.

    Pada ajang itu, Indonesia diperkuat oleh 31 atlet, sementara Thailand sebanyak 91 atlet.

    Terjadi persaingan ketat antara kedua negara dalam perebutan medali sejak hari pertama hingga terakhir.

    Indonesia sempat memimpin pada hari pertama dengan 12 emas, sementara Thailand hanya 9 emas. 

    Pada hari kedua, Indonesia hanya terpaut satu medali dari Thailand dengan 21 emas, 19 perak, dan 18 perunggu.

    Namun, pada hari ketiga, Thailand berbalik memimpin dengan 32 emas meskipun Indonesia meraup total 8 medali emas.

    "Memang berat mengalahkan Thailand pada kejuaraan kelompok umur. Setahu saya sejak menjadi atlet pada era tahun 90-an belum pernah sekalipun Indonesia menjadi juara umum. Bisa meraih tempat kedua ini merupakan suatu prestasi, apalagi hanya terpaut satu medali emas," kata pelatih usia muda Albert C. Susanto.

    http://www.beritasatu.com/olahraga/51789-indonesia-peringkat-kedua-kejuaraan-renang-asia-tenggara.html

    pencak silat



     Indonesia Kembali Ukir Prestasi



    Pencak Silat: Indonesia Kembali Ukir Prestasi 


    Bola.net - Tim pencak silat Indonesia kembali mengukir prestasi dengan menjadi pengumpul medali emas terbanyak pada SEA Games XXVI yang digelar di Padepokan Pencak Silat Indonesia Jakarta.

    Dengan perolehan sembilan medali emas, lima perak, dan dua perunggu dengan total 16 medali diharapkan mampu mengembalikan kejayaan olahraga pencak silat Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

    Sebelumnya Pada SEA Games dua tahun lalu di Laos, tim Indonesia dalam cabang olahraga itu hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu, dengan total delapan medali.

    Manajer tim pencak silat Indonesia Edhy Prabowo mengatakan perolehan medali emas pada SEA Games sudah melampaui target diharapkan pemerintah.

    "Sebenarnya target untuk mendapatkan medali emas cabang olahraga ini dari pemerintah adalah sebanyak lima keping. Tetapi berkat kerja keras dari timnas dan para atlet tersebut, sehingga harapan dari kita semua dapat terwujud untuk mendapatkan perolehan medali tersebut," katanya.

    Namun di sisi lain, kata dia, pihaknya merasa belum puas dengan hasil ini karena semua yang berlaga ini dipersiapkan untuk mendapatkan medali emas.

    "Bahkan harapan kami untuk bisa menyapu bersih medali emas yang dipertandingkan sebanyak 18 keping," kata Edhy Prabowo yang juga anggota Komisi VI DPR-RI itu.

    Ia mengatakan walau belum bisa memenuhi semua harapan tersebut, pihaknya merasa bersyukur bisa mendapatkan prestasi yang gemilang dan menjadi juara umum pada cabang olahraga bela diri pada pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara dua tahunan itu.

    "Kami syukuri apa yang kami dapat. Semua atlet sudah berjuang keras untuk meraih prestasi membela tim Merah Putih. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan para atlet, karena berbulan-bulan mereka meninggalkan pekerjaan dan jauh dari keluarganya demi melakukan pemusatan latihan nasional demi memperkuat Timnas Indonesia," katanya.

    Menyinggung para atletnya bertanding, dia mengatakan bahwa mereka sudah sekuat tenaga bertanding demi kejayaan bangsa.

    "Mereka sudah fokus untuk bertanding, namun ada beberapa hal yang kita tidak duga dan itu bukan semua kesalahan dari atlet. Contohnya, pada waktu babak penyisihan atlet kita ada yang cedera, keseleo maupun hidungnya sampai berdarah. Namun mereka terus berjuang," ujarnya.

    Dia mengatakan pada laga kategori seni, atlet Indonesia semua bisa menyapu bersih emas yang dipertandingkan. Namun pada pertandingan tarung sejumlah atlet seperti Tuti Trisnayanti pada kelas C putri yang diharapkan mendapat emas ternyata hanya bisa meraih perak.

    Begitu juga Atlet putri di kelas D, Mariati yang diharapkan bisa menyumbang medali emas juga kandas, hanya mendapatkan medali perak.

    "Sedangkan atlet andalan Sapto Purnomo di kelas D putra dan Pranoto di kelas I hanya bisa meraih medali perak," kata Edhy Prabowo.

    Ia juga berharap kepada pemerintah untuk ke depannya membina atlet Indonesia, sehingga bisa lebih baik dan meningkatkan prestasi olahraga nasional.

    "Selama ini dukungan pemerintah sudah cukup baik, tetapi ke depannya agar terus ditingkatkan pembinaan kepada atlet. Dan yang terpenting menganggarkan dana yang lebih untuk olahraga, sehingga dalam latihan tidak setengah hati," katanya.

    Dengan demikian, menurut dia, para atlet yang ingin mendapat ilmu dari luar negeri, sehingga mereka harus siap berlatih juga ke negeri tersebut yang lebih menguasai teknik-teknik pertandingan.

    "Kami perlu latihan intensif di dalam negeri juga ke luar negeri. Tetapi kalau berlatih di dalam negeri dari segi fasilitas kita masih jauh ketinggalan. Ada padepokan Pencak silat, tapi fasilitasnya belum mendukung dan berstandar internasional," ujarnya.

    Idealnya untuk padepokan silat, kata dia, harus fasilitas lengkap peralatannya, seperti matras harus tidak dipindahkan, memiliki ruang fitness, dalan fasilitas lainnya yang memadai.

    "Selama ini kami dalam melakukan pelatnas untuk mendapatkan fasilitas, di antaranya 'track jogging', kolam renang, kami harus mencari tempat di luar padepokan ini," kata Edhy Prabowo.

    Persahabatan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Soebianto mengatakan bahwa dalam laga pertandingan cabang olahraga pencak silat negara-negara Asia Tenggara ini untuk menjunjung tinggi persahabatan dan sportivitas.

    "Kami harapkan semua altet penuh kejujuran dan etikad untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya," kata Prabowo.

    Ia mengatakan dengan semangat tersebut, pihaknya berkeyakinan di masing-masing negara peserta akan terwujud persahabatan, khususnya dalam bidang olahraga.

    "Karena dengan olahraga kita bersatu dalam kawasan negara-negara Asia Tenggara," katanya.

    Ia juga mengatakan bahwa kontingen Indonesia khususnya cabang pencak silat mengusung target juara umum pada SEA Games 2011.

    "Sebagai tuan rumah saya kira tidak ada pilihan lain kita harus juara umum, apalagi di negara sendiri," katanya.

    Dikatakan, sebagai cabang olahraga budaya Indonesia. Pencak silat harus menjadi yang terbaik diberbagai kegiatan, termasuk di SEA Games ini.

    Prabowo Soebianto mengatakan bahwa untuk menjadi juara umum pada SEA Games tahun ini, pihaknya menargetkan meraih medali minimal 10 medali emas.

    "Para atlet kini sudah siap bertanding, setelah menjalani latihan baik di dalam dan luar negeri," katanya.

    Melihat pengalaman di SEA Games di Laos, kata dia, berharap tim Merah Putih yang berjaya, terlebih Indonesia menjadi tuan rumah.

    Dikatakan, para atlet telah digembleng selama lebih dari satu tahun dan mereka telah menjalani pemusatan latihan di Shanghai China selama tiga bulan dan juga mengikuti kejuaraan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

    Kini pada SEA Games XXVI, tim pencak silat Indonesia bisa menjadi pengumpul medali emas terbanyak dan prestasi itu bisa menjadi awal yang baik untuk mengembalikan kejayaan tim Merah Putih dalam cabang olahraga asli Indonesia itu. (ant/rev)

    http://www.bola.net/seagames2011/pencak-silat-indonesia-kembali-ukir-prestasi-f5b755.html

    bola basket

    Prestasi Tim Nasional Bola Basket Indonesia (1958-2010)

    *Catatan ini dikutip dari situs resmi Perbasi
    1958
    Tampil pada Asia Games III di Tokyo. Timnas dilatih oleh J.C Aultman dari Amerika Serikat.
    1960
    Peringkat ke-6 dari 7 peserta Kejuaraan Asia I di Manila. Indonesia mencetak sekali kemenangan atas Malaya (Malaysia) 98-76.
    1962
    Peringkat ke-5 Asia Games IV di Jakarta. Gelar juara direbut Filipina, kemudian Jepang dan Korea Selatan.
    1963
    Peringkat ke-2 Ganefo I di Jakarta. Di final Indonesia dikalahkan Cina.
    1964
    Peringkat ke-10 dari 10 peserta Pra-Olimpiade 1964. Timnas dilatih oleh Bob Ackerman.
    1965
    Peringkat ke-4 Turnamen Dasawarsa Konferensi Asia Afrika. Gelar juara direbut Cina, kemudian Korea Utara dan Kamboja.
    1966
    Peringkat ke-2 Ganefo Asia I di Kamboja. Di final Indonesia dikalahkan Cina.
    1967
    Peringkat ke-4 dari 10 peserta Kejuaraan Asia di Seoul. Indonesia mencetak 4 kali kemenangan.
    1968
    Peringkat ke-5 dari 5 peserta Pra-Olimpiade di Meksiko. Indonesia mencetak 1 kali kemenangan atas Australia dengan skor 58 – 51
    1970
    Peringkat ke-5 dari 5 peserta Pra-Olimpiade di Meksiko. Indonesia mencetak 1 kali kemenangan atas Australia dengan skor 58 – 51
    Tim putra merebut perunggu pada Pesta Sukan di Singapura di bawah Cina Taipei dan Thailand.
    1972
    Tim putri menduduki peringkat 4 dari 5 peserta Kejuaraan Asia IV di Cina Taipei.
    1973
    Peringkat ke-8 dari 12 peserta Kejuaraan ABC VII di Manila.
    1977
    Peringkat ke-13 Kejuaraan Asia IX di Kuala Lumpur. Juru kunci diduduki oleh Srilangka.
    1978
    Tim putri menduduki peringkat ke-9 dari 10 peserta Kejuaraan Asia di Hongkong.
    1979
    Tim putri merebut perunggu pada Sea Games X di Jakarta, setelah Malaysia dan Thailand.
    1983
    Peringkat ke-12 Kejuaraan Asia XII di Hongkong.
    1986
    Tim putri menduduki posisi juru kunci Kejuaraan Asia XI di Kuala Lumpur.
    1987
    Peringkat ke-12 Kejuaraan Bola Basket ABC di Bangkok.
    1988
    Indonesia diwakili ASABA menduduki peringkat ke-6 Kejuaraan Antar Klub Asia III. Juara direbut oleh SWIFT PABL (Phillipina), ddiikuti Liao Ning (Cina), dan Samsung (Korea).
    1989
    Peringkat ke-10 dari 16 tim. Kejuaraan Junior Asia Putra X di Manila. Peringkat pertama diraih Cina, diikuti Cina Taipei, dan Phillipina.
    Tim putra peringkat ke-4 Kejuaraan Pelajar ASEAN V di Bangkok. Peringkat pertama diraih Thailand, diikuti Malaysia dan Singapura.
    Tim putri menduduki peringkat ke-4 juga. Peringkat pertama diraih Thailand, diikuti Malaysia dan Singapura.
    Tim Sea Games merebut perunggu Turnamen Piala Kemerdekaan IV di Jakarta. Juara direbut Philipina, diikuti Korea.
    Peringkat ke-14 dari 15 peserta Kejuaraan ABC ke-15 di Beijing. Peringkat pertama diraih Cina, diikuti Korea dan Cina Taipei. Satu-satunya kemenangan Indonesia diperoleh atas tim Bangladesh.
    Meraih perunggu pada The 19th Triennial Intervarsity Games di Jakarta. Gelar juara dan running-up diraih Malaysia dan Singapura. Tim putri juga meraih perunggu.
    Tim putri meraih perunggu pada SEA Games di Kuala Lumpur.
    1990
    Tim putri menduduki peringkat ke-4 (Kategori B) dalam Kejuaraan Asia XIII di Singapura. Juara direbut Korea Utara. Sementara untuk Kategori B direbut oleh Cina.
    Tim Indonesia diwakili oleh Halim Kediri menduduki peringkat ke-6 dari 7 peserta Kejuaraan Antar Klub Asia IV di Jakarta. Juara diraih oleh Lioning AG dari Cina, diikuti Bank of Korea dan Kazma dari Kuwait.
    Tim putra Indonesia menduduki peringkat ke-12 dari 13 peserta Kejuaraan Asia Junior di Nagoya.
    Tim putri menduduki posisi ke-9 dari 10 peserta.
    1991
    Tim putra dan putri menjadi runner-up Kejuaraan Pelajar ASEAN di Bagiao. Kejuaraan diikuti lima negara.
    Indonesia menduduki peringkat ke-14 dari 18 peserta pada Kejuaraan ABC XVI di Kobe, Jepang.
    Tim putri merebut medali perak pada SEA Games XVI di Manila. Tim putra menjadi juru kunci dari 5 negara peserta.
    1992
    Indonesia diwakili Pelita Jaya menjadi juru kunci Kejuaraan Internasional Piala William Jones di Cina Taipei.
    Tim putra meraih peringkat ke-6 dari 14 peserta dalam Kejuaraan ABC Junior di Beijing. Sementara tim putri meraih peringkat ke-7 dari 10 peserta.
    1993
    Peringkat ke-5 dari 13 dalam Kejuaraan ABC U-22 di Hongkong.
    Tim putra dan putri merebut perunggu pada SEA Games XVII di Singapura.
    1995
    Peringkat ke-12 dari 12 peserta Kejuaraan Bola Basket Asia (ABC) XVI di Shizuoka.
    Tim putri meraih peringkat ke-4 dari 9 peserta SEABA di Thailand.
    1996
    Juara SEABA II di Surabaya mengalahkan Philipina.
    1997
    Indonesia diwakili Aspac merebut posisi ke-3 di bawah Regal (Hongkong SAR) dan Kia Motors (Korea Selatan) pada Kejuaraan Antar Klub Asia VIII di Jakarta.
    Tim putri meraih perunggu pada SEA Games XIX di Jakarta setelah mengalahkan Philipina.
    1998
    Tim putra diwakili Panasia Indosyntec menduduki peringkat ke-9 dari 10 negara Kejuaraan Antar Klub IX di Kuala Lumpur.
    1999
    Merebut perunggu pada SEA Games XX di Brunei Darussalam. Juara direbut Phillipina, diikuti Thailand.
    2000
    Tim putra diwakili Mahaka Satria Muda menempati peringkat ke-8 Kejuaraan Antar Klub Asia di Lebanon.
    2001
    Tim putra merebut perak SEA Games XXI di Kuala Lumpur.
    2003
    Tim putra dan putri Indonesia menduduki peringkat ke-5 dari 6 peserta SEA Games XXII di Vietnam. Peringkat pertama putra diraih oleh Phillipina, diikuti Malaysia dan Thailand. Peringakat pertama putri diraih oleh Malaysia, diikuti Singapura dan Philipina.
    Tim putri menduduki peringkat ke-5 dari 6 peserta.
    2004
    Tim putra menduduki peringkat ke-2 dari 5 peserta pada Kejuaraan Pelajar KU-18 di Phuket, Thailand. Peringkat pertama diduduki oleh Thailand.
    Tim putri menduduki peringkat terakhir.
    2005
    Indonesia menduduki peringkat ke-2 dari 4 peserta pada 6th SEABA Championship for Men di Malaysia, yang diikuti 5 negara. Peringkat pertama diduduki oleh Malaysia.
    Indonesia menduduki peringkat ke-14 dari 16 peserta pada 23rd FIBA ASIA Championship for Men di Qatar. Peringkat pertama diduduki Cina, diikuti Lebanon dan Qatar.
    Tim putri menduduki peringkat ke-3 dari 4 peserta pada 1st Phuket Women International Basketball Invitation di Phuket, Thailand. Peringkat pertama direbut Thailand, diikuti India.
    2007
    Indonesia menduduki peringkat ke-2 dari 5 peserta pada SEA Games XXIV di Thailand. Peringkat pertama diduduki Philipina.
    Tim putri menduduki peringkat ke-4 dari 4 peserta pada SEABA Championship for Women di Phuket, Thailand.
    2009
    Indonesia diwakili tim Garuda Flexi Bandung menduduki peringkat ke-2 dari 4 peserta pada 8th SEABA Championship yang berlangsung di Medan.
    Tim 3 on 3 putri menduduki peringkat ke-6 dari 16 peserta Asian Youth Games di Singapura.
    Indonesia diwakili Satria Muda Britama menduduki peringkat ke-10 dari 10 peserta pada 20th FIBA CHAMPIONS CUP di Jakarta.
    Indonesia diwakili Pelita Jaya Esia menduduki peringakat ke-15 dari 16 peserta pada 25th FIBA ASIA Championship for Men yang diadakan di Tianjin, Cina.
    2010
    Tim putri yang diwakili Peng-Prov Jawa Tengah menduduki peringkat ke-4 dari 5 peserta pada 7th SEABA Championship for Women di Manila.

    http://mainbasket.wordpress.com/2011/03/21/prestasi-tim-nasional-bola-basket-indonesia-1958-2009/

    sepakbola indonesia

    Kilas 2012: "Rekor" Fantastis Sepakbola Indonesia






    Indonesia saat kalah 0-10 dari Bahrain (daylife.com)
    VIVAbola - Tahun 2012 hanya tinggal hitungan hari. Namun, sepertinya tidak ada yang bisa dibanggakan dari sepakbola Indonesia selama setahun belakangan ini. Kisruh di tubuh PSSI yang tak kunjung berakhir membuat prestasi Merah Putih sulit beranjak dari keterpurukan.

    Tahun ini boleh dikatakan sebagai titik nadir sepakbola Indonesia. Beragam "rekor" buruk tercipta sepanjang tahun ini. Yang tak akan terlupakan adalah kekalahan 0-10 yang diderita Timnas saat bertemu Bahrain di penyisihan Pra Piala Dunia 2014, 29 Februari lalu.

    Saat itu, Indonesia bergabung di E Zona Asia. Selain Indonesia dan Bahrain, dua tim lainnya, yakni Qatar dan Iran berada di grup ini.

    Duel Indonesia vs Bahrain digelar di Bahrain National Stadium. Pertandingan berlangsung panas. Tuan rumah yang membutuhkan kemenangan besar untuk lolos langsung tampil menekan sejak menit-menit awal.

    Baru dua menit berjalan, Indonesia harus kehilangan Samsidar. Kiper Semen Padang itu dikartu merah karena melakukan pelanggaran saat berhadapan dengan Ismael Abdilatief di dalam kotak terlarang. Ismael yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan perannya.

    Selepas gol ini, Indonesia tak mampu berbuat banyak. Dengan hanya mengandalkan 10 pemain, Indonesia pun menjadi bulan-bulanan tuan rumah. Sebanyak 9 gol lagi menghujani gawang Tim Garuda. Angka ini bahkan bisa saja bertambah seandainya tuan rumah mampu memaksimalkan empat penalti yang mereka dapat.
    Beruntung, Bahrain hanya mampu mencetak dua gol saja dari titik putih. Duel juga berlangsung panas. Selain Samsidar, pelatih Indonesia kala itu, Aji Santoso juga diusir wasit. Belakangan, Aji dijatuhi denda dan larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan interansional.

    Ini merupakan kekalahan terburuk sepanjang sejarah timnas Indonesia bertarung di pentas resmi. "Rekor" sebelumnya tercatat saat Indonesia menjajal Denmark di Kopenhagen, 3 September 1974. Dalam laga persahabatan ini Indonesia dicukur dengan skor telak 0-9.

    FIFA sempat curiga ada yang tidak beres dengan pertandingan ini. Maklum, saat itu Bahrain masih berpeluang lolos dari lubang jarum dengan catatan merebut kemenangan minimal 0-9 dari Indonesia dan berharap Qatar kalah melawan Iran di laga lainnya. Sayangnya, skenario ini tidak berjalan mulus, karena Iran dan Qatar bermain imbang 2-2.

    Tak hanya FIFA, PSSI juga ikut-ikutan melakukan investigasi terhadap para pemain. Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong dengan tegas akan mencari pemain yang tega mengkhianati bangsa sendiri. Sayangnya, baik penyelidikan yang dilakukan FIFA maupun PSSI tidak menemukan bukti apapun terkait adanya pengaturan skor.

    Banyak yang menyesalkan kekalahan ini. Bahkan, tak jarang yang menuntut Ketua PSSI, Djohar Arifin Husin mundur dari jabatnnya. Pasalnya, pada pertandingan ini, Indonesia tampil bukan dengan kekuatan terbaik.
    Dualisme kompetisi dan organisasi mengakibatkan Timnas hanya diperkuat oleh pemain dari Indonesian Premier League (IPL). Saat itu, PSSI memilih untuk melarang pemain-pemain dari Liga Super Indonesia (ISL) untuk bergabung dengan Tim Garuda. Namun, Djohar bergeming dan berdalih kekalahan itu bukan salahnya.

    Rangking FIFA Terjun Bebas
    Keterpurukan prestasi sepakbola Indonesia juga berimbas kepada posisi Indonesia pada rangking FIFA. Data yang dirilis FIFA per 8 Agustus 2012 mencatat Indonesia berada di posisi ke-159. Ini merupakan "rekor" terendah Tim Garuda sepanjang sejarah. Poin yang dikumpulkan Indonesia hanya 128, jauh lebih buruk dari pada poin sebelumnya 156 poin. Posisi mereka di klasemen pun terpaksa turun enam peringkat ke 159.
    Timnas Indonesia Piala AFF 2012
    Dalam cakupan wilayah Asia Tenggara, peringkat Indonesia saat itu sangat tertinggal dari negara-negara tetangga, bahkan dari Filipina (150 dengan 167 poin). Malaysia berada di peringkat 158 dengan 134 poin. Sementara Thailand mendapat peringkat terbaik di posisi 133 (234 poin), diikuti Vietnam di peringkat 146 dengan 183 poin.
    Peringkat terendah sebelumnya berada di posisi ke-153 yang terjadi pada Desember 2006. Sedangkan, posisi terbaik yang pernah diraih Indonesia adalah peringkat ke-76, yang dicapai pada September 2008 usai bermain gemilang di Piala Asia 2007 dan beberapa laga ujicoba.

    Peringkat Indonesia saat ini mulai membaik. Terakhir, Tim Merah Putih bercokol di urutan ke-156 dengan 143 poin. Dalam data yang dirilis FIFA, 19 Desember lalu, Indonesia berhasil melewati peringkat Malaysia yang melorot ke urutan ke-158 dengan 133 poin.

    Pasar Menggiurkan Tim-tim Eropa
    Meski prestasi sepakbola kian terpuruk, Indonesia masih punya magnet bagi tim-tim elite dunia. Terbukti, sepanjang tahun ini, Indonesia masih kedatangan tim sekelas Inter Milan. Kehadiran tim berjuluk Nerazzurri itu dipromotori oleh koran olahraga TopSkor.

    Pertandingan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, 26 Mei 2012. Sayangnya, dalam laga ini, Indonesia harus menyerah 2-4 dari Javier Zanetti dan kawan-kawan. Dua gol timnas dicetak oleh Patrich Wanggai dan Yoshua Pahabol. Sedangkan empat gol Inter dicetak Philippe Countinho (2 gol) dan Giampaolo Pazzini (2 gol).

    Indonesia kembali menjajal kekuatan tim asal Spanyol, Valencia, 4 Agustus 2012. Pada pertandingan yang juga digelar di SUGBK ini, Indonesia kembali menyerah  0-5.
    Inter Milan Vs Indonesia

    Pada 23 Juli 2012, giliran wakil Premier League, Queens Park Rangers yang menyambangi Indonesia. Dalam kunjungannya, tim berjuluk The Hoops tersebut menjajal kekuatan tim peserta Indonesian Premier League (IPL), Persebaya Surabaya.
    Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya itu berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan QPR. Pertandingan ini juga sempat diwarnai dengan insiden mati lampu selama hampir 10 menit.

    Kegagalan di Piala AFF 2012
    Keterpurukan kembali melanda Indonesia saat tampil di Piala AFF 2012. Pada turnamen dua tahunan ini, Indonesia tersingkir di babak penyisihan usai mengantongi satu kemenangan, satu hasil imbang dan sekali kalah.

    Bergabung di Grup B, Indonesia ditahan imbang Laos 2-2 di laga pembuka yang digelar di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Minggu, 25 November 2012. Tiga hari kemudian, Indonesia secara mengejutkan mampu mengalahkan Singapura 1-0. Ini merupakan kemenangan pertama Tim Merah Putih saat bertemu The Lions sepanjang sejarah Piala AFF.
    Striker Indonesia, Irfan Bachdim (kanan) saat lawan Singapura

    Sayangnya, di laga penentuan, 1 Desember 2012, Indonesia tak mampu berbuat banyak. Menghadapi Malaysia yang juga membutuhkan kemenangan untuk lolos ke babak berikutnya, pasukan Nil Maizar yang diperkuat pemain-pemain dari IPL dipaksa menyerah dengan skor 0-2.

    Pemain Merana
    Sepakbola Indonesia 2012 juga masih diwarnai dengan kesulitan sejumlah klub memenuhi kewajibannya kepada para pemain. Kejadian ini bahkan menimpa sederet klub yang berlaga di pentas tertinggi kompetisi Indonesia, baik itu ISL maupun IPL.

    Situasi ini pun membuat Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sempat mengancam akan menggalang aksi mogok bila permasalahan tak juga selesai. APPI juga telah menemui kedua pengelola kompetisi, yakni PT Liga Indonesia dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo untuk membicarakan masalah ini.

    Tertundanya pembayaran gaji ini telah membuat sebagian pemain terlunta-lunta. Bahkan, beberapa pemain asing harus hidup menderita karena kekurangan uang. Sebagian ada yang terpaksa harus mengemis di pinggir jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

    Beragam cara telah dilakukan para pemain untuk mendapatkan kembali haknya. Mulai menemui langsung manajemen hingga menggalang aksi mogok latihan.
    Pemain asal Guinea, Camara Abdoulaye Sekou bersama pemain asal Jepang, Masahiro Fukasawa bahkan nekat mendatangi PSSI. Camara merupakan pemain Persipro Probolinggo, sedangkan Fukasawa pemain Bontang FC.
    Saat berkunjung ke kantor PSSI beberapa waktu lalu, Camara mengaku baru menerima Rp25 juta dari total Rp150 juta bayarannya. Sedangkan Fukasawa harus hidup menumpang di tempat rekannya karena tak memiliki uang lagi setelah klub Bontang FC menunggak pembayaran gajinya hingga berbulan-bulan.
    Meninggalnya Diego Mendieta

    Puncak keprihatinan terhadap kondisi ini adalah ketika salah seorang pemain Persis Solo, Diego Mendeita meninggal dalam kondisi keuangan yang mengenaskan. Pemain asal Paraguay itu tidak bisa memenuhi keinginannya untuk dirawat di tanah kelahirannya akibat tak punya uang. Gajinya selama 4 bulan tak kunjung dibayar Persis.

    Mendieta meninggal di RS Dr Muwardi, Solo, 4 Desember lalu. Dokter mendiagnosa Mendieta terjangkit virus citalomegalovirus. Selama hidupnya, Mendieta sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit.
    Kado Natal FIFA
    Minimnya prestasi sepakbola Indonesia pada 2012 semakin lengkap dengan kisruh di tubuh PSSI yang tak juga berakhir. Situasi ini membuat sepakbola Indonesia kembali dibayangi oleh sanksi FIFA.

    Permasalahan sebenarnya sudah mencuat sejak 2011 lalu saat sebagian besar anggota PSSI melayangkan mosi tidak percaya kepada ketua umum hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Solo, Djohar Arifin Husin. Mereka kemudian menggelar KLB di Ancol, Jakarta, Maret 2012 dan mengangkat La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum PSSI yang baru. PSSI kubu La Nyalla juga memiliki kompetisi sendiri.

    Perpecahan ini terus meruncing. FIFA pun turun tangan dan mengancam akan menjatuhkan sanksi bila PSSI gagal menyelesaikannya hingga batas waktu yang diberikan, yakni paling lambat 20 Maret 2012.

    Indonesia gagal memenuhinya. Hingga batas waktu yang diberikan, kisruh sepakbola Tanah Air tak juga mereda. Parahnya, kedua kubu sama-sama membentuk timnas proyeksi Piala AFF 2012.

    Akhir Maret, FIFA akhirnya merilis keputusannya. Indonesia bisa bernafas lega karena otoritasi tertinggi olahraga sepakbola di dunia tersebut memberikan tambahan waktu hingga 15 Juni 2012. FIFA selanjutnya membentuk tim Task Force yang dihuni Wakil Presiden AFC, Prince Abdullah Ibnu Sultan Ahmad Shah; anggota Exco FIFA dan AFC, Dato' Worawi Makudi; Sekjen AFC, Alex Soosay; dan Ketua Asosiasi Anggota dan Hubungan Internasional, James Johnson. Tim ini ditugaskan FIFA untuk bantu menyelesaikan kisruh di tubuh PSSI.
    Aksi Demo Suporter di PSSI

    Pada 7 Juni 2012, kedua kubu sepakat untuk bertemu di Kuala Lumpur, Malaysia. Di hadapan Tim Task Force, kedua pihak sepakat untuk menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) dan membentuk Joint Committee (Komite Bersama). Komite ini dihuni perwakilan dari kedua kubu yang bertikai dan bertujuan untuk memuluskan poin-poin pada MoU.

    Belakangan, PSSI membatalkan MoU tersebut dan menggelar kongres di Palangkaraya, 10 Desember 2012. Pada hari yang bersamaan, PSSI KLB Ancol juga menggelar Kongres di Jakarta.
    Situasi ini pun membuat posisi Indonesia kembali rawan akan sanksi FIFA. Apalagi, beberapa hari sebelumnya, FIFA telah mengirim surat kepada Menpora --masih dijabat Andi Mallarangeng-- yang mengingatkan soal batas akhir penyelesaian kisruh PSSI yakni pada 10 Desember 2012.

    Banyak pihak mulai pasrah dengan nasib Indonesia. Namun, FIFA secara mengejutkan kembali memberikan tambahan waktu bagi Indonesia. Usai menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) di Jepang, 14 Desember 2012, Presiden FIFA, Sepp Blatter pun mengumumkan keputusannya.
    Rapat Akbar Sepakbola Nasional

    "Semula saya beropini untuk sudah saatnya berhenti di sini, tapi Exco berpendapat lain. Jadi, ini seperti anggota Exco memberi kado Natal atau kado akhir tahun buat Indonesia karena tidak dihukum," ujar Blatter dalam konferensi pers di Tokyo, Sabtu 15 Desember 2012.
    Ya, Indonesia diberi waktu hingga Maret 2013. Menurut Blatter, ini adalah batas paling akhir dari kesabaran FIFA. Apakah keputusan ini akan menjadi kado tahun baru yang manis atau sebaliknya? Kita tunggu saja babak baru kisruh PSSI tahun depan. (one)


    http://bola.viva.co.id/news/read/377912-kilas-2012---rekor--fantastis-sepakbola-indonesia

    tentang arema

    ALL ABOUT AREMA
    Arema Berdiri: 1987
    Alamat: PT Arema Indonesia, Jl Kartanegara No 7 Indonesia
    Telepon: +62 (0) 341 331462 / 358444
    Faksimile: +62 (0) 341 358444
    Surat Elektronik: pt_aremaindonesia@aremafc.com
    Laman Resmi: http://www.aremafc.com
    Ketua: Iwan Budianto (CEO)
    Direktur: Ruddy Widodo (General Manager)
    Stadion: Kanjuruhan
    Sejarah Singkat
    Persatuan sepakbola Arek Malang atau lebih dikenal dengan sebutan Arema Malang adalah sebuah klub profesional yang berkedudukan di Kota Malang, Jawa Timur.  Semula tim yang lahir pada 11 Agustus 1987 atas dasar prakarsa Acub Zaenal, pencetus lahirnya klub Galatama, ini bernama Aremada, yang merupakan gabungan klub lokal Malang Armada 86 dan Arema. Namun nama itu tidak bisa langgeng. Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema 86.

    Upaya untuk mempertahankan klub Galatama Arema 86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena kesulitan dana. Dari sinilah, Acub Zaenal bersama putranya Lucky, lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema 86 agar bisa tetap bertahan.

    Nama Arema 86 pun diubah menjadi Arema dan ditetapkan berdirinya pada 11 Agustus 1987 sesuai akte notaris Pramu Haryono SH No 58. Sejak saat itu, Arema mulai menggelar persiapan layaknya sebuah tim profesional. Baik itu menyangkut skuad timnya maupun fasilitas bagi semua pemain dan ofisialnya.

    Prestasi klub Arema dikancah sepakbola nasional terbilang pasang surut. Hal itu karena tergantung pembiayaan klub yang menjadi kendala utama. Maklum saja karena bukan klub "Plat Merah", sehingga tidak mendapatkan kucuran dana APBD. Meski demikian, mahkota juara Galatama pernah mereka rebut pada musim kompetisi 1992/93.

    Sejak mengikuti Liga Indonesia, gabungan klub dari Perserikatan dan Galatama, Arema tercatat pernah tiga kali masuk putaran kedua atau babak delapan besar. Namun kendala finansial terus saja menghimpit perjalanan klub ini, hingga akhirnya diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003.

    Akibat krisis keuangan itu pun membuat Arema turun kasta di divisi satu. Tapi dengan kekuatan finansial baru, Arema hanya satu musim berada di divisi satu dan kembali promosi dengan status sebagai juara. Sejak saat itu prestasi Arema cenderung stabil hingga menembus Superliga, kompetisi kasta tertinggi di tanah air yang baru pertama kali digulirkan musim ini.

    Kini Arema bernaung di bawah PT Arema Indonesia, yang dibentuk berdasarkan akta pendirian No. 43 tertanggal 3 September 2004 yang diperkuat dengan SK Menteri Hukum dan HAM No. C-17398 HT.01.01/2005 tertanggal 23 Juni 2005. Tahun 2009, terjadi perubahan struktur organisasi  sejalan dengan PT Bentoel Investama melepas kepemilikan PT Arema Indonesia. Kendali perusahaan dijalankan konsorsium yang terdiri beberapa pengusaha, birokrat dan lintas profesi yang peduli terhadap eksistensi Arema Indonesia. PT Arema Indonesia berkecimpung dalam pengelolaan sepak bola professional.

    Pada musim 2011/12, Arema mengalami dualisme seiring dengan dualisme kompetisi di Indonesia, yakni Superliga Indonesia (ISL) di bawah naungan PT Liga Indonesia dan Liga Prima Indonesia (IPL) di bawah naungan Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

    Meski ada dua tim yang masing-masing bermain di kompetisi yang berbeda, namun mereka tetap menggunakan satu sponsor yang sama di kostum resmi mereka.

    Musim 2012/13, Arema kembali melakukan sejarah. PT Pelita Jaya Cronous melakukan akuisisi. Keadaan ini membuat Arema kini sejajar dengan Cronous Pelita Jaya yang punya kepemilikan untuk Brisbane Roar dan CS Visse
    Click Here
    Pertandingan
    • Terakhir
    • Berikut
    ISL Arema - Sriwijaya FC 24/02/13 18:30 WIB
    ISL Arema - Bandung Raya 28/02/13 15:30 WIB
    ISL Gresik United - Arema 07/03/13 15:30 WIB
    ISL Persib - Arema 16/03/13 18:30 WIB
    ISL Persita - Arema 24/03/13 18:30 WIB
    ISL Arema - Persepam MU 03/04/13 15:30 WIB
    ISL Arema - Persela 06/04/13 18:30 WIB
    ISL Persiwa - Arema 17/04/13 15:30 WIB
      
    Kompetisi Aktif
    Pencetak Gol Terbanyak
    Pemain
    Gol Penalti
    Cristian Gonzales Cristian Gonzales
    Striker
    Arema
    5 0
    Keith Kayamba Gumbs Keith Kayamba Gumbs
    Striker
    Arema
    4 1
    Sunarto Sunarto
    Striker
    Arema
    4 0
    Alberto Goncalves Alberto Goncalves
    Striker
    Arema
    2 0
    Greg Nwokolo Greg Nwokolo
    Striker
    Arema
    1 1      
    http://www.goal.com/id-ID/teams/indonesia/1239/arema/info

    susi susanti

    13038818742018763573 



    Susi Susanti, Sang Ratu Bulutangkis Indonesia yang Tak Tergantikan

    Salah satu kebanggaan yang pernah dimiliki Indonesia adalah prestasi seorang bintang, ratu bulutangkis bernama Susi Susanti. Susi Susanti adalah pemain bulutangkis putri paling melegenda di seluruh jagad Indonesia. Ia tidak hanya terkenal sebagai jago di kandangnya sendiri, Susi adalah macan Asia. Bahkan ia juga layak disebut ratu bulutangkis sejagad. Susi yang memiliki nama lengkap Lucia Francisca Susi Susanti ini, terkenal memiliki semangat juang yang tinggi dan ulet dalam mengejar bola. Karena semangat bajanya itulah ia berhasil memenangkan begitu banyak turnamen bulutangkis yang digelar di Indonesia maupun dunia.
    Susi yang dilahirkan di Tasikmalaya pada 11 Februari 1971 ini, telah mengharumkan Indonesia di pentas internasional sejak berusia 14 tahun, yaitu ketika merebut gelar juara di ajang World Championship Junior pada 1985. Pecinta bulutangkis Indonesia di era 1990an tentu tidak akan pernah melupakan hari itu, yaitu saat dengan mengharukan Susi Susanti mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Barcelona pada 1992. Susi Susantilah orang pertama yang membuat Sang Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang olimpiade. Prestasi Susi lainnya di ajang olimpiade adalah meraih medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996.
    Peraih penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti International Badminton Federation (sekarang Badminton World Federation) pada bulan Mei 2004, layak mendapat gelar sebagai Ratu bulutangkis se-Asia Tenggara, saat menjadi Juara SEA Games sebanyak 5 kali berturut-turut pada 1987,1989, 1991,1993 dan 1995.
    Selain di kawasan Asia Tenggara, prestasi Susi Susanti dalam bulutangkis di arena internasional adalah sebagai berikut :
    • Pada tahun 1985 menjuarai World Championship Junior.
    • Tahun 1987 menjuarai World Championship Junior.
    • Pada 1989 menjuarai World Cup dan Indonesia Open.
    • Tahun 1990 menjuarai World Cup, All England, World Badminton Grand Prix dan meraih Medali Perunggu pada Asian Games.
    • Tahun 1991 Susi menjuarai World Badminton Grand Prix, All England, Indonesia Open, Japan Open, Denmark Open, Thailand Open, Swedish Open, dan China Taipei Open.
    • Tahun 1992 menjuarai World Badminton Grand Prix, Malaysia Open, Japan Open, Denmark Open, German Open, Thailand Open, dan Swedish Open.
    • Tahun 1993 menjuarai World Championship, All England, World Badminton Grand Prix, Malaysia Open, Dutch Open, German Open, Thailand Open.
    • Tahun 1994 menjuarai World Cup, All England, World Badminton Grand Prix, Indonesia Open, Malaysia Open, Japan Open, Indonesia Open, Dutch Open, German Open, Thailand Open, China Taipei Open dan meraih Medali Perunggu Asian Games.
    • Tahun 1995 menjuarai Indonesia Open, Malaysia Open, Korea Open dan Japan Open.
    • Tahun 1996 menjuarai World Cup, World Badminton Grand Prix, Indonesia Open, China Taipei Open dan meraih medali perunggu di olimpiade Atlanta.
    • Tahun 1997 menjuarai World Cup, Indonesia Open, Malaysia Open, dan Vietnam Open.
    Pada tahun 1997 Susi Susanti mengakhiri masa lajang dan menikah dengan kekasihnya,sekaligus rekannya di pelatnas yang sudah dipacarinya selama 10 tahun, Alan Budikusuma. Cinta lokasi itu berakhir di pelaminan. Pasangan yang dijuluki sebagai pengantin olimpiade pada Olimpiade Barcelona 1992 karena mempersembahkan emas untuk Indonesia di nomor tunggal putri dan tunggal putra itu, menikah pada 9 Februari 1997. Pada tahun itu juga Susi hamil dan memutuskan untuk ‘menggantung raket’ setelah mengantongi sejumlah gelar juara.
    Sampai saat ini Susi Susanti tidak tergantikan, belum ada pemain bulutangkis putri Indonesia yang mampu menyamai prestasi Susi Susanti. Prestasi telah ditulisnya dengan tinta emas, untuk mengharumkan nama Indonesia. Susi Susanti yang dijuluki sebagai Singa dari Tasikmalaya ini, layak dinobatkan sebagai Ratu Bulutangkis Indonesia.

    http://olahraga.kompasiana.com/raket/2011/04/28/susi-susanti-sang-ratu-bulutangkis-indonesia-yang-tak-tergantikan-359108.html

    simon santoso

    Biografi dan Prestasi Simon Santoso

    Santoso Simon.jpg
    Simon Santoso
    Informasi pribadi
    Tanggal lahir 29 Juli 1985 (umur 26)
    Tempat lahir Tegal, Jawa Tengah
    Tinggi 1.75 m (5 ft 9 in)
    Berat 65 kg (140 lb)
    Asal negara  Indonesia
    Rekor bertanding
    Pegangan tangan Kanan

    Ranking dunia tertinggi 3 (26 Agustus 2010)
    Ranking dunia saat ini 15 (3 Oktober 2011)
    • 2003: Medali Perunggu SEA Games, Finalis Singapore Satellite
    • 2005: Medali Perak SEA Games, Juara Vietnam Satellite, Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN,
    • 2006: Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN
    • 2007: Finalis Swiss Open Super Series (SS), Semifinal Japan Open SS
    • 2008: Finalis Malaysia Open SS, Runner - up DJARUM INDONESIA SUPER SERIES, Juara Taiwan Open SS
    • 2009: Medali Emas SEA Games, Juara Denmark Open SS, Semifinal Korea Open SS, Semifinal Japan Open SS, Juara Chinese Taipei Grand Prix Gold
    • 2010: Perempat Final LI-NING SINGAPORE OPEN SUPER SERIES, Permpat Final DJARUM INDONESIA OPEN SUPER SERIES, Semi Final Kumpoo Macau Open Badminton Championships, Juara CHINESE TAIPEI GRAND PRIX GOLD
    • 2011: Semifinal Malaysia Open SS, Semifinalis Victor Korea Open Super Series Premier, Semifinalis WILSON Swiss Open Grand Prix Gold, Perempat final YONEX Open Japan

    Beregu

    http://michaeldots.blogspot.com/2011/11/biografi-dan-prestasi-simon-santoso.html

    taufik hidayat

    Pebulutangkis Indonesia dengan Gelar Lengkap

    Taufik Hidayat muda memulai karir di klub SGS Elektrik Bandung.

    Taufik Hidayat saat menjuarai Olimpiade 2004
    Taufik Hidayat saat menjuarai Olimpiade 2004  
    VIVAnews - Bintang bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat, akhirnya memutuskan untuk gantung raket. Segudang prestasi sudah diraih jago backhand smash itu, dari gelar di tanah air sampai Olimpiade. Bahkan bisa dibilang, Taufik satu-satunya pebulutangkis Indonesia dengan gelar paling lengkap.

    Taufik muda memulai karir di klub Sangkuriang Graha Sarana (SGS) Elektrik Bandung, di mana ia dilatih oleh mantan pebulutangkis nasional, Iie Sumirat. Sejak itu bakat bulutangkisnya mulai terlihat.

    Di usia 18 tahun Taufik baru memperlihatkan prestasi menjanjikan sebagai seorang pemain muda setelah mencapai final All-England untuk menantang Peter Gade. Lepas dari itu, Taufik berhasil menguasai turnamen-turnamen besar dunia.

    Prestasi pria bertinggi 176 cm itu mencapai puncaknya pada rentang waktu 2000-an awal. Taufik berhasil merebut Piala Thomas, emas SEA Games, Asian Games dan puncaknya saat mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade 2004 Athena. Berbagai seri dunia pun berhasil dimenangkan, di antaranya yang paling mengkilap saat enam kali juara Indonesia Open.
    Taufik tercatat berhasil hampir merebut semua gelar bergengsi. Hanya All England yang lepas dari tangannya meski beberapa kali menembus babak final.

    Pada kurun waktu tersebut, Taufik juga berhasil menjadi pemain nomor satu dunia. Saat itu dia harus bersaing ketat dengan rival abadinya asal China, Lin Dan, dan andalan Denmark, Peter Gade.

    Taufik memiliki kelebihan pada backhand dan jumping smash keras, drop shot akurat, footwork yang rapih serta permainan net yang mematikan.

    Bahkan rekor jumping smash yang dia buat pada kejuaraan dunia 2006 saat menghadapi Ng Wei masih tercatat sebagai yang tercepat. Saat itu shuttle-cock yang melesat dari raket Taufik tercatat mencapai 305 km/jam.

    Meski memiliki kelebihan yang cukup mumpuni, Taufik masih memiliki beberapa sektor yang dianggap sebagai kelemahan. Kurang sabar dalam membangun skema permainan dan kurang bagusnya stamina sering membuat Juara Dunia 2005 itu kelimpungan saat bermain di usia yang beranjak senja.

    Setelah memutuskan untuk gantung raket, suami dari anak Agum Gumelar, Ami Gumelar, itu berarti sudah tampil di 35 laga final dalam seluruh seri di dunia, dengan memenangkan 25 gelar. Saat ini Taufik sendiri menduduki peringkat 12 dunia.

    Taufik sendiri masih akan tetap bermain dalam beberapa seri tahun ini, karena sudah menandatangani kontrak dengan sponsor. Setelah itu, pria yang dikenal hidup glamor ini akan gantung raket dan fokus mengurus Taufik Hidayat Arena.

    Prestasi:
        1998: Juara Brunei Open
        1999: Juara Indonesia Open, Juara SEA Games
        2000: Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open, Juara Kejuaraan Asia
        2001: Juara Singapore Open
        2002: Juara Indonesia Open, Juara Taiwan Open, Juara Asian Games
        2003: Juara Indonesia Open
        2004: Juara Indonesia Open, Juara Kejuaraan Asia, Juara Olimpiade
        2005: Juara Singapore Open, Juara Kejuaraan Dunia
        2006: Juara Indonesia Open, Juara Asian Games
        2007: Juara Kejuaraan Asia, Juara SEA Games
        2008: Juara Macau Open
        2009: Juara US Open, Juara India Open
        2010: Juara Canada Open, Juara Indonesia GP Gold, Juara French Open SS
        2011: Semifinalis VICTOR- BWF Superseries Finals, Runner Up PROTON MALAYSIA OPEN SUPER SERIES, Semifinalis Victor Korea Open Super Series Premier, Semifinalis Yonex – Sunrise India Open Superseries, Perempat final Indonesia Open Superseries Premier 2011, perempat final 2011 Yonex OCBC US Open Grand Prix Gold, Runner - up 2011 Yonex Canada Open, Semi final Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011, Juara India Open Grand Prix Gold 2011
        2012: Semifinal MAYBANK Malaysia Open Presented by PROTON, Perempat final YONEX All England Open Badminton Championships 2012, Semi final Swiss Open 2012, Perempat final 2012 Yonex Australian Open GP Gold, Perempat final Yonex Sunrise India Open 2012

    Partisipasi dalam Timnas Indonesia:
    5 kali Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, 2005, 2007)
    6 kali Piala Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, 2008, 2010)
    4 kali di Olimpiade (2000, 2004, 2008, 2012) (eh)

    http://sport.news.viva.co.id/news/read/344641-pebulutangkis-indonesia-dengan-gelar-lengkap